Mengapa Kita Cenderung Menyukai Makanan Garing dan Renyah?

Kerupuk, keripik kentang, atau bahkan juga gorengan di tepi jalan yakni makanan sebagai pujaan banyak orang-orang di Indonesia. Beberapa makanan itu dipandang seperti cemilan yg nikmat untuk di nikmati sendiri ataupun bersama. Bahkan juga, ada suatu lawakan yg sebutkan apabila kita akan sukar berhenti untuk kunyah beberapa makanan yang merasa garing sekalian renyah di mulut hingga selalu mengkonsumsinya sampai habis. Kenapa perihal ini dapat berlangsung?

Beberapa makanan yg garing serta renyah seperti yg dikatakan di atas memang merasa enak. Tapi, kita pasti telah seringkali dengar kurang seharusnya beberapa makanan itu apabila dikonsumsi terus-terusan. Sayangnya, condong kita untuk tertarik pada makanan garing serta renyah ini dipicu oleh suara yg disebabkan oleh makanan ini waktu dikunyah nyatanya dapat berikan sensasi menyenangkan pada otak hingga kita juga rasakan ada yg istimewa dari makanan ini. Tanpa ada kita sadari, beberapa indera dalam badan kita turut pengaruhi penilaian pada makanan yg kita mengonsumsi, serta untuk makanan garing serta renyah, tidak cuman dipandang enak oleh indera pengecap, indera pendengaran bikin kita kian nikmati makanan ini.

Suatu riset yg dijalankan oleh Charles Spence dari Oxford University serta dikeluarkan oleh jurnal Flavoir sebutkan apabila suara makanan punyai dampak besar berikan persepsi rasa waktu proses makan berjalan. Apabila ada bunyi ciri khas makanan garing serta renyah, karena itu otak akan berikan nilai jadi pada rasa dari makanan itu, khasnya, apabila makanan condong tak keluarkan suara, karena itu rasa dari makanan yg kita santap juga dipandang biasa saja. Riset lain yg dijalankan di Leeds University mengutarakan hal sama. Dahulu, ahli kesehatan berpikir apabila rasa serta aroma yakni soal terpenting untuk menarik animo serta nafsu makan. Tapi, struktur, kerenyahan, serta suara nyatanya punyai andil yg sama besar dalam memastikan persepsi rasa.

Oleh karena ada realitas ini, kita akan memahami mengapa waktu kita mengonsumsi ayam tepung atau gorengan yg memang biasa saja, tapi sewaktu waktu digigit punyai suara renyah serta keras, maka ada sensasi nikmat dari makanan ini. Bahkan juga, apabila kita mengonsumsi makanan Italia di restoran lokal yg memang kurang persis dengan rasa aslinya tapi dibarengi dengan musik ciri khas Italia, otak akan condong berikan persepsi seolah-olah kita sedang sungguh-sungguh nikmati rasa ciri khas Italia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *